Kamis, 18 Oktober 2012

9 Layanan Bimbingan konseling Beserta contohnya


9 Layanan Bimbingan konseling
Beserta contohnya
1. LAYANAN ORIENTASI
Layanan orientasi adalah layanan yang membantu peserta didik  untuk mengenal dan memahami keadaan dan situasi yang ada pada lingkungan sekolah  yang baru dimasukinya,agar peserta didik lebih familiar dengan sekolahnya serndiri,maka ia perlu mengetahui lebih jauh tentang berbagai fasilitas & program-program yang ada di sekolah.
Tujuan layanan orientasi: Tujuan layanan orientasi adalah agar peserta didik dapat beradaptasi danmenyesuaikan diri dengan lingkungan baru secara tepat dan memadai. Sehinggapeserta didik akan lebih mudah dalam mengikuti kegiatan-kegiatan sekolah gunamencapai keberhasilan belajarnya. Selain itu layanan orientasi diharapkan dapat mencegah timbulnya permasalahan penyesuaian siswa dengan pola kehidupan sosial, belajar dan kegiatan lain disekolah yang berkaitan dengan keberhasilan siswa. Begitu juga bagi orang tua agar memahami kondisi dan situasi sekolah sehingga dapat mendukung keberhasilan anaknya.
Contoh nya :
Peserta didik yang baru memasuki lingkungan yang baru (Sekolah)biasanya masih merasa bingung atau canggung .Maka itu diperlukan layanan orintasi sebagai pengenalan untuk peserta didik agar dia lebih memahami lingkungan sekolah yang baru dimasukinya,dan untuk mempermudah atau memperlancar berperannya peserta didik dilingkungan yang baru ini.Karena itu, di lingkungan yang masih baru pastilah butuh kesiapan tersendiri agar kita mudah menyesuaikan diri.Tujuannya pasti. Dengan lebih mudah dan cepat beradaptasi, maka kita pun akan lebih gampang bersosialisasi.cara menyesuaikan diri :
  • Cari tahu sebanyak mungkin informasi tentang sekolah atau tempat baru tersebut untuk persiapan adaptasimu. Giatlah mencari informasi dengan cara bertanya, browsing internet, atau membaca.
  • Persiapkan diri. Misalnya, jika sekolah baru itu membutuhkan kesiapan fisik prima karena harus apel setiap pagi di asrama, maka dari sekarang hal itu bisa dipersiapkan dengan rajin berolahraga.
  • Tempat baru selalu memiliki ”kejutan”, jadi persiapkan diri untuk bertemu dengan berbagai macam karakter orang.
  • Berlaku baiklah kepada semua orang. Selalu senyum dan ramah adalah cara paling sederhana yang bisa dilakukan.
  • Ikuti setiap aturan resmi yang berlaku di sekolah atau tempat baru.
2. LAYANAN MEDIASI
PENGERTIAN
Mediasi berasal dari kata “media” yang artinya perantara atau penghubung. Layanan mediasi adalah layanan yang dilaksanakan oleh konselor terhadap dua pihak atau lebih yang sedang mengalami keadaan tidak harmonis (tidak cocok).
TUJUAN
UMUM: tercapainya kondisi hubungan yang positif dan kondusif diantara para klien, yaitu pihak-pihak yang berselisih.
KHUSUS: difokuskan kepada perubahan atau kondisi awal menjadi kondisi baru dalam hubungan antara pihak-pihak yang bermasalah.
KONDISI AWAL ANTARA KEDUA BELAH PIHAK
KONDISI YANG DIKEHENDAKI
1. Rasa bermusuhan terhadap pihak lain2. Ada perbedaan kesenjangan dinbanding pihak lain
3. Sikap menjauhi pihak lain
4. Sikap mau menang sendiri terhadap pihak lain
5. Sikap ingin membalas
6. Sikap kasar dan negative
7. Sikap mau benar sendiri
1. Rasa damai terhadap pihak lain2. Adanya persamaan dengan pihaklain
3. Sikap mendekati pihak lain
4. Sikap mau memberi dan menerima terhadap pihak lain
5. Sikap memaafkan
6. Sikap lembut dan positif
7. Sikap mau memahami
KOMPONEN
1. Konselor
Adalah seorang memahami permasalahan yang terjadi antara pihak yang bermaslaah dan berusaha membangun jembatan antara pihak yang bermasalah tersebut.
2. Klien
Klien terdiri dari dua pihak atau lebih yang sedang mengalami ketidakcocokan dan sepakat meminta bantuan konselor untuk menangani permasalahan itu.
3. Masalah klien
Adalah masalah hubungan yang terjadi antara individu atau kelompok yang sedang bertikai dan meminta konselor untuk mengatasinya.
ASAS
1. Kerahasiaan
2. Keterbukaan
3. Kesukarelaan
4. Kekinian
5. Kemandirian


PENDEKATAN DAN TEKNIK
a. Saya “oke” kamu “oke”
Kondisi hubungan yang efektif dan kondusif.
b. Komunikasi secara dewasa
Berbicara apa adanya, secara lugas, tanpa mengkritik, menuntut da memerintah apalagi menghukum.
c. Pendekatan komprehensif.
d. Pendekatan realistic, bermoral dan bertanggungjawab
Teknik umum:
  • Penerimaan terhadap klien dan posisi duduk
  • Penstrukturan
  • Ajakan untuk berbicara
  • Taknik lainnya: kontak mata, kontak psikologis, dorongan minimal dan 3M.
  • Keruntutan, refleksi dan pertanyaan terbuka.
  • Penyimpulan, penafisran dan konfrontasi, transferensi dan kontra-transferensi, frustasian
  • Teknik khusus lainnya: pemberian informasi dan contoh pribadi, perumusan tujuan, pemberian contoh dan latihan keluguan, permainan peran, pemberian nasehat, kontrak,
  • Pendekatan politik
  • Waktu dan tempat diselenggarakan dengan netral (tidak memihak pada salah satu pihak).




OPERASIONALISASI
Perencanaan
Identifikasi pihak-pihak yang akan menjadi peserta layanan MED, mengatur pertemuan denganpeserta layanan, menetapkan fasilitas layanan dan menyiapkan kelengkapan administrasi.
Pelaksanaan
Menerima pihak-pihak yang menjadi peserta layanan, melaksanakan penstrukturan layanan MED, membahas masalah yang dirasakan oleh pihak-pihak, menyelenggarakan pengubahan tingkahlaku pihak-pihak, membina komitmen demi hubungan baik dan melakukan penilaian segera.
Evaluasi
Melakukan evaluasi segera dan jangka pendek, tentang pelaksanaan hasil-hasil MED, khususnya menyangkut pihak-pihak.
Analisis hasil evaluasi
Menafsirkan hasil evaluasi dan kaitannya dengan ketuntasan penyelesaian masalah yang dialami pihak-pihak yang mengikuti layanan MED.
Tindak lanjut
Menyelenggarakan layanan MED lanjutan untuk membicarakan hasil evaluasi dan memantapkan upaya perdamaian antara pihak-pihak.
Pelaporan
Membicarakan laporan yang diperlukan oleh pihak-pihak peserta layanan dan mendokumentasikan laporan layanan.


Contoh nya : Bullying antar Genk di sekolah
Geng dimaknai sebagai sekelompok orang yang jumlahnya tak terlalu banyak, yang melakukan kegiatan secara bersama-sama, dan memiliki kegemaran yang sama pula. Kegiatan yang dilakukan bisa negatif bisa positif. Namun, istilah geng selalu berkonotasi negatif. Di sekolah pada usia remaja, banyak muncul geng-geng yang terkadang menimbulkan persainganantar geng dan berujung dengan konflik. Geng-geng tersebut akan saling menjatuhkan satu sama lain agar dapat diakui di sekolah.hal tersebut membuat perselisihan antara geng satu dengan geng lain nya.

3. LAYANAN INFORMASI
Layanan informasi adalah layanan berupa pemberian pemahaman kepada siswa tentang berbagai hal yang diperlukan untuk menjalani tugas dan kegiatan di sekolah dan untuk menentukan dan mengarahkan tujuan hidup.
Jenis-jenis informasi yang diberikan kepada siswa yaitu :
  1. Informasi bidang pribadi
  2. Informasi bidang sosial
  3. Informasi bidang belajar
  4. Informasi bidang karier
Layanan dapat dilakukan dengan membawa siswa ke suatu tempat atau narasumber tertentu untuk mendapatkan gambaran dan informasi secara lebih jelas.
Contoh nya : Strategi serta Tips Lulus Ujian Nasional 
Ujian nasional memang telah menjadi momok tersendiri khususnya bagi teman-teman yang duduk di kelas 9 SMP/MTs serta kelas 12 SMA/SMK/MA. Bagaimana tidak, perjuangan belajar selama 3 tahun ditentukan dalam waktu yang kurang dari satu minggu. Ujian Nasional kali ini diperkirakan mulai bulai april 2011, karena UN benar-benar butuh persiapan yang matang, Baik itu persiapan secara mental, materi dan juga fisik.
 Lalu, strategi dan tips-tips apa saja yang harus dilakukan agar lulus ujian nasional 2011? Berikut ini strateginya.
1. Mantapkan pemahaman akan materi ujian mulai dari sekarang
2. Mintalah ke pihak sekolah SKL (Standar Kompetensi Lulusan) UN tahun sebelumnya     
3. Sering-seringlah belajar kelompok dengan teman-teman yang pintar
4. Kurangi bermain
5. Seringlah berlatih mengerjakan soal UN tahun sebelumnya
6. Jaga kesehatan kalian
7. Ikuti try out UN
8. Dekatkan dirimu pada Tuhan
4. LAYANAN BIMBINGAN PENYULUHAN
Layanan penyuluhan adalah Merupakan suatu aktifitas wawancara yang dilakukan oleh seorang ahlikepada individu yang sedang mengalami suatu masalah dalam rangka untuk membicarakan dan memecahkan masalah yang sedang dihadapi dan memberikan bantuan kepada mereka, sehingga pada akhirnya bermuara pada teratasi masalah yang dihadapi oleh klien dan dapat beradaptasi dengan baikdan efektifnya dengan lingkungan hidupnya.
Tujuan bimbingan penyuluhan :
Secara umum tujuna bimbingan penyuluhan keseluruhan program pendidikan disekolah adalah untuk membantu peserta didik untuk mencapai tahap perkembangan yang optimal baik secara akademis,psikologis,maupun sosial. (Rohani, 199:4)
Secara akademis bimbingan penyuluhan bertujuan agar :
  1. Peserta didik memperoleh kesesuaian dan keseimbangan antara kemampuan akademis dengan jurusan atau program studiyang dipilih nya sehingga apa yang diinginkan dapat dicapai.
Secara psikologis bimbingan penyuluhan bertujuan agar :
  1. Peserta didik mencapai tahap perkembangan yang ditandai dengan sikap adanya kematangan dan kemandirian baik dalam sikap,mengambil keputusan maupun dalam menentukan arah dan tujuan hidupnya.
Secara sosial bimbingan penyuluhan bertujuan agar :
  1. Peserta didik dapat menyesuaikan diri atau beradaptasi dengan lingkungannya dan memiliki keterampilan hidup (life skill) yang memadai.
Secara oprasioanal tujuan layanan bimbingan penyuluhan di sekolah adalah :
  1. Membantu perkembangan individu
  2. Mencegah munculnya maslah siswa
  3. Membantu mengatasi masalah siswa, memperbaiki diri dari ganguan psikologis (Tantowi 1995:39)
Contoh nya :                                                    
Peranan Bimbingan Dan Penyuluhan Dalam Menanggulangi Kesulitan Belajar Siswa
Dengan Bimbingan Di Madrasah Tsanawiyah
Pentingnya bimbingan dan penyuluhan di sekolah menengah pada saat ini sangat diperlukan untuk mengantarkan anak didik kearah kedewasaan. Karenanya sekolah sebagai lembaga pendidikan formal yang memerlukan tenaga pembimbing yang professional. Di mana pembimbing tidak hanya menguasai bahan pelajar, tetapi juga menguasai nilai-nilai yang terdapat dalam pendidikan. Sehubungan dengan hal tersebut maka siswa dipengaruhi oleh proses pembimbing. Di antara pertimbangan pokok yang mendasari pembahasan tersebut adalah persoalan ini merupakan persoalan esensial. Sebab terletak di tangan pembimbing kemungkinan berhasil atau tidak pencapaian belajar. Oleh karena itu perlu dilihat bagaimana peranan bimbingan dan penyuluhan dalam penanggulangan kesulitan belajar siswa. Membahas tentang peranan bimbingan dan penyuluhan sekolah tidak terlepas dari proses belajar mengajar dalam proses antara pembimbing dan siswa bekerja sesuai dengan fungsinya masing-masing.
5.LAYANAN PEMBELAJARAN
Layanan pembelajaran adalah layanan yang diberikan kepada siswa agar siswa mampu mengembangkan sikap dan kebiasaan baik. Pembelajaran adalah proses yang dirancang untuk membawa siswa aktif dalam suasana belajar yang penuh makna, merangsang siswa untuk menggali, menemukan dan menguasai materi pelajaran
Layanan pembelajaran, berarti upaya membangkitkan siswa agar tumbuh keinginan untuk terus belajar . Juga menanamkan sikap dan kebiasaan belajar yang baik. Belajar adalah kebutuhan
Contoh nya :
Jangan Takut Gagal 
Orang bijak bilang, dalam hidup itu hanya ada dua pilihan, sukses atau gagal. Begitu juga dalam pekerjaan. Tentu saja semua orang akan memilih kesuksesan. Tapi siapa yang dapat menolak jika ternyata kegagalan masih juga menghampiri anda, padahal anda sudah berusaha sekeras mungkin? Kegagalan sebetulnya merupakan hal yang manusiawi, karena tidak semua manusia bias mencapai keberhasilan. Berdasarkan pengalaman, banyak orang yang sangat trauma pada kegagalan, sehingga tak jarang sampai menimbulkan stress dan depresi bahkan sampai menimbulkan gangguan jiwa. Pada beberapa kasus, ada beberapa orang yang takut gagal sebelum bertindak. Sikap ini jelas sangat tidak bagus untuk perkembangan mental anda.
- Pacu semangat diri dengan mengisi hari-hari andadengan kegiatan yang berkualitas. Anda tak kan menghasilkan apa-apa dengan hanya bermenung diri.
- Perluas pergaulan anda seluas-luasnya. Ingat, dunia ini tak selebar daun kelor. Jika anda hanya mengurung diri saja, orang tak akan tahu kalau anda pandai.
- Jangan terlalu birokratif. Sikap ini hanya akan membuat anda selalu merasa ragu dan terpentok berbagai macam peraturan. Bersikaplah lebih berani dan sedikit nekad. Karena di saat itu, biasanya muncul kekuatan dari alam bawah sadar yang membuat anda berani mengeksploitasikan kemampuan anda.
- Dalam melakukan apapun, jangan mengandalkan kekuatan berpikir anda semata. Padukan dengan inovasi dan kreatifitas anda.
6. LAYANAN BIMBINGAN  PERORANGAN
Layanan bimbingan perorangan merupakan pelayanan khusus berhubungan langsung tatap muka antara konselor dan klien. Layanan perorangan berupa dialog tatap muka antara konselor dan klien untuk memecahkan berbagai masalah dan pengembangan segenap potensi yangdimiliki.
Hubungan konseling adalah hubungan pribadi yang terbuka dan dinamis antara klien dan konselor. Hubungan ini ditandai oleh adanya kehangatan,kebebasan dan suasana yang memperkenalkan klien menampilkan diri sebagaimana adanya.
Contohnya : Neurosis Traumatik
Seorang anak SMA yang bernama Jenny seorang anak wanita yang duduk dikelas X yang bersekolah di sekolah negeri di kota nya. Jenny sewaktu pulang sekolah dia langsung  pergi ke tempat pusat perbelanjaan dikotanya dengan seorang diri untuk menemui teman nya yang disana yang sebelumnya sudah melakukan perjanjian untuk bertemu disana. Namun pada saat memasuki ruang Lift anak itu di todong dengan orang yang tidak dikenal. Sehingga akibat dari pengalaman nya itu anak itu mengalami ketakutan akibat traumatik yang dialaminya. Untuk pergi keluar rumah pun anak itu tidak berani apalagi untuk berpergian. Sehingga keseharian anak itu mengalami ganguan. Hidupnya mengalapi gangguan dan traumatik yang mendalam bagi dirinya.

7. LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK
Layanan bimbingan kelompok adalah layanan yang diberikan kepada sekelompok siswa baik ada masalah ataupun tidak ada masalah.
Bimbingan kelompok dapat dilakukan dengan permainan tertentu atau out bond. Dapat juga berupa diskusi kelompok dengan membahas masalah topik tertentu. Masalah yang dibahas dapat ditentukan oleh konselor, dapat juga dipilih sendiri oleh siswa.
Contoh nya : Merancang Strategi yang Efektif
Keterampilan merancang atau menakhlukan tujuan Mempraktekkan sikap bertanggungjawab secara pribadi terhadap konsekuensi yang muncul dari pengambilan keputusan bersama.
  • Dapat menjalin komunikasi yang efektif dalam upaya melakukan koordinasi dalam kelompok dalam upaya mencapai tujuan.
  • Dapat merancang strategi dengan baik dalam mencapai suatu tujuan yang diharapkan.
  • Dapat berkonsentrasi dalam mencapai tujuan
  • Dapat menjalin kerjasama dalam mencapai tujuan.
Para siswa dapat membuat keputusan, merancang tujuan dan mengambil tindakan yang diperlukan untuk meraih tujuan bersama.
b. Pembentukan kelompok : Dalam pembagian kelompok ini,peserta dibagi menjadi 4 kelompok. Adapun pembagian kelompok tersebut berdasarkan nomor urut yang dikondisikan, dimana nomor ganjil berkumpul dengan yang ganjil begitupun yang nomor genap berkumpul dengan yang genap.
c. Konsolidasi : Konselor memberikan kesempatan kepada peserta untuk melakukan konsolidasi sekiranya ada yang belum dipahami dalam pelaksanaan bimbingan kelompok dan tugasnya. Misalnya,”Adik-adik semuanya,apa sudah mengerti dengan kegiatan yang akan kita adakan sekarang? Kalau ada yang belum mengerti silakan ditanyakan!
.      Tahap Transisi
a.  Storming : Konselor mendorong dan memotivasi konseli untuk mengikuti kegiatan bimbingan kelompok tersebut dengan baik, berupaya mengkondisikan situasi pelaksanaan layanan supaya kondusif. Misalnya saja ”Adik-adik semuanya yang sangat luar biasa,,nah bapak harapkan adik-adik mengikuti kegiatan ini dengan baik,tidak usah tegang, namun relaks tapi fokus.ok siap anak-anak!”
d.  Norming :Konselor melakukan re-konsolidasi dan re-konstruksi kelompok dengan melakukan pembagian tugas dan kontrak terhadap layanan yang akan dilaksanakan, sehingga peran masing-masing anggota kelompok mengerti dengan tugasnya masing-masing. Saya akan berikan adik-adik untuk mencobanya terlebih dahulu, saya berikan waktu lima menit untuk mencobanya.
3.      Tahap Kerja
a.    Eksperientasi
Peserta yang sudah berada dalam kelompoknya masing-masing dikondisikan untuk melakukan permainan yang sudah dipersiapkan, yaitu memindahkan botol aqua dan gelas berisi air. Adapun operasional pelaksanaannya yaitu:
-      Masing-masing kelompok disuruh untuk berbaris untuk melakukan warming up dengan teknik data prosesing : mengurutkan beberapa karakteristik kelompok.
-      Fasilitator menyuruh masing-masing kelompok untuk menyiapkan diri memindahkan botol ke tempat yang ditentukan, dimana di tempat tersebut sudah dinanti oleh sebuah gelas yang berisi air untuk dipindahkan ke tempat awal dengan jari telunjuk.
  1. Peserta disuruh memindahkan botol aqua yang berisi air ke tempat yang ditentukan dengan menggunakan jari telunjuk kanan masing-masing anggota kelompok.
  2. Setelah sampai di tempat yang ditentukan, peserta pada masing-masing kelompok disuruh untuk memindahkan gelas berisi air yang sudah disediakan fasilitator. Gelas tersebut dipindahkan ke tempat awal dimana botol berisi air diletakkan sebelum dipindahkan tadi.
  3.  Bagi yang sampai pertama kali dinyatakan sebagai pemenangnya.
  4. Waktu yang disediakan hanya 5 menit. Sehingga peserta berkompetisi dengan waktu dan kecepatan mencapai garis finish.
b.    Identifikasi    
Apabila kegiatan tersebut sudah dijalankan,dan semua kelompok sudah selesai melakukannya, maka selanjutnya konselor melakukan refleksi tahap satu dengan melontarkan beberapa pertanyaan untuk mengidentifikasi pola respon konseli setelah melakukan teknik movement (memindahkan botol dan gelas) tersebut (what happen?).
 Adapun pertanyaan yang bisa dimunculkan, yaitu:
-  Apakah kalian sudah melakukan kegiatan tadi dengan sunggguh-sungguh?
- Apakah masing-masing anggota kelompok sudah terlibat dengan baik dalam kegiatan tadi?
- Apakah yang kalian pikirkan sebelum memindahkan botol dan gelas tadi dengan jari telunjuk saja?
c.    Analisis        
Konselor melakukan refleksi tahap dua dengan cara mengajak konseli/siswa untuk memikirkan makna bagi penyelesaian masalahnya (so what?). Adapun beberapa pertanyaan analisis yang bisa disampaikan yaitu:
  • Apakah ada perbedaan tingkat kesusahan antara memindahkan botol dengan gelas yang berisi air ke tempat yang dituju tadi?
  • Letak perbedaannya seperti apa?
  • Mana yang lebih susah memindahkan botol aqua atau gelas yang berisi air?
  • Apakah kalian mengalami kesulitan untuk merancang strategi dalam upaya mencapai tujuan tersebut?
  • Bagaimana perasaan kalian ketika berhasil memindahkan kedua media tersebut ke tempat yang ditentukan tadi?
  •  Apakah kalian merasakan sesuatu yang berkesan setelah melakukan kegiatan tadi?
d.    Generalisasi 
Konselor melaksanakan refleksi tahap akhir dengan cara mengajak konseli/siswa membuat rencana perbaikan atas kelemahan-kelemahannya (now what?). Adapun beberapa pertanyaan yang bisa dilontarkan yaitu:
-   Bagaimana upaya menghadapi kesulitan dalam memindahkan kedua instrumen tadi?
-    Bagaimana upaya kalian untuk merancang strategi untuk mencapai tujuan tadi?
-  Apa yang kalian dapat simpulkan dari kegiatan tadi, terkait dalam merancang dan menaklukkan tujuan?.
4.      Tahap Terminasi
a.    Refleksi umum : Konselor mengajak konseli untuk melakukan review atas proses bimbingan kelompok yang sudah dilaksanakan. Misalnya saja”Adik-adik semuanya, bagaimana perasaan kalian setelah melakukan kegiatan tadi?” Apakah kalian menemukan hal-hal baru yang sifatnya berkesa setelah mengikuti kegiatan tersebut? Pada intinya, kita perlu kekompakan dan kerjasama yang efektif dalam suatu tim sehingga dapat mencapai tujuan bersama.
b.    Tindak Lanjut
Konselor memberikan penguatan kepada konseli untuk merealisasikan rencana-rencana perbaikannya. Misalnya” Adik-adik semuanya, karena kalian sudah mengetahui betapa pentingnya kerjasama tim, maka kita mestinya meningkatkan koordinasi, merancang strategi, komunikasi efektif dan kebersamaan tujuan.
8.  LAYANAN KONSULTASI
Layanan Konsultasi merupakan layanan yang memungkinkan seseorang memperoleh wawasan, pemahaman, dan cara-cara yang perlu dilaksanakan dalam menangani kondisi dan atau permasalahan orang lain yang menjadi kepeduliannya.
Tujuan Layanan Konsultasi Menurut Fullmer & Bernard (dalam Shetzer,1985) layanan konsultasi bertujuan :
  1. Memperbaiki komunikasi dengan cara memberikan fasilitas informasi yang bermanfaat dan langsung bagi orang-orang terkait (orang tua),
  2. Mengajak semua orang yang mempunyai fungsi dan peran dalam memperbaiki lingkungan belajar,
  3. Memperluas layanan para ahli dalam memberikan layanan kepada orang lain yang membutuhkan bantuan,
  4. Memperluas kedalaman layanan pendidikan bagi konselor kepada orang tua, guru bidang studi, dan kepala sekolah,
  5. Membantu orang lain (orang tua) bagaimana belajar menangani tingkah laku bermasalah pada anak, dan
  6. Menggerakan kelompok, organisasi, individu membantu dirrinya sendiri.
Contoh nya :
Peserta didik yang mengalami masalah dalam menetukan jurusan (IPA/IPS)yang akan ia ambil atau dipilihnya.Ia menemui konselor untuk berkonsultasi tentang masalahnya tersebut.Pada masalah yang dialami peserta didik,konselor memberikan layanan konsultasi yang nantinya peserta didik diberikan pemahaman / wawasan guna memperoleh informasi.
Caranya;
Dengan menjelaskan kepada peserta didik ,tentang kelemahan,kelebihan & juga peluang kerja yang dimiliki masing-masing jurusan.
  1. 1.      JURUSAN  IPA
a)      Kelebihan:
  • Bisa lintas jurusan begitu memilih PTN, karena jurusan ini selalu bisa survive dari segala jenis pelajaran. Ada anggapan kalo murid IPA selalu bisa beradaptasi dengan pelajaran IPS dengan mudah.
  • Melatih kemampuan logika dan penyelesaian masalah. Sehingga dalam dunia kerja lulusan IPA juga dianggap bisa bekerja di bidang IPS.
b)      Kelemahan:
  • Sering terlihat belajar terus, seperti tak ada waktu santai. Agak kurang dalam pengetahuan pergaulan.
  • Pada akhirnya sering memilih jurusan IPS karena mengaku salah jurusan pada waktu kuliah, karena tidak kuat menjalani beberapa mata kuliah.
  •  Belum tentu bisa menggabungkan metode menghafal dan menalarkan pelajaran.
c)       Peluang:
Ada peluang go international dengan mengikuti olimpiade sains. Pada saat kuliah nanti, bagusnya sih juga mempelajari ilmu bisnis dan marketing untuk mendukung ilmu “teknik”-nya.

2.  JURUSAN IPS
  1. Kelebihan:
    - Bukan santai, tapi pelajarannya memang hanya membutuhkan penalaran aja.
    - Saat ini, dunia kerja lebih membuka lapangan pekerjaan luas untuk jurusan Sosial.
    - Karena masih ada waktu untuk bergaul, wawasan tentang dunia pergaulan bisa lebih   luas.
  2. Kelemahan:
Sangat berat bila bersaing di bidang IPA atau eksakta.
Cap miring soal jurusan pelarian dan gayanya yang santai
  1. c.     Peluang:
Keahlian komunikasi yang baik harus ditambah dengan penguasaan bahasa asing supaya bisa menguasai dunia kerja yang makin go international ini.
9. LAYANAN KONSELING KELOMPOK
Layanan konseling kelompok adalah layanan bimbingan dan konseling yang diberikan kepada sekelompok individu. Keuntungan dari layanan ini adalah dengan satu kali pemberian layanan , telah memberikan manfaat atau jasa sekelompok  kepada orang.
Konseling kelompok adalah layanan yang diberikan kepada sekelomok individu guna mengatasi masalah yang relatif sama sehingga mereka tidak mengalami hambatan untuk mengembangkan segenap potensi yang dimiliki.
Contoh nya : MEMBANGUN KONSEP DIRI POSITIF**
Banyak orang gagal bukan karena tidak punya potensi dan kemampuan, tetapi Kegagalan sering terjadi akibat kesalahan konsep diri. Sadarilah bahwa diri kita unik dan Allah menciptakan manusia berbeda satu sama lainnya dan memiliki keunikan tersendiri. Sehingga be yourself - jadilah diri sendiri, ‘gheano seathon’ – kenalilah diri sendiri dan janganlah meniru orang lain yang penting adalah jujur pada diri sendiri, sadari tujuan, keinginan, kekuatan dan kelemahan diri. Apa yang telah saya lakukan untuk memaksimalkan kemampuan saya ? apa yang telah saya lakukan untuk membantu mengerjakan semua yang saya bisa? Tetapkan standar internal anda dalam rangka menjadi sosok manusia yang dicita-citakan, sosok aktifis yang tangguh, sosok kader Muhammadiyah yang militant dan penuh girah..
BAGAIMANAKAH MEMBANGUN SELF ESTEEM ?
A. Belajar menyukai diri sendiri.
Menyukai diri sendiri bukan berarti sombong tapi selalu memiliki perasaan positif dan bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan Allah SWT. Bukan berarti malas melainkan menorong diri kita untuk terus berjuang untuk menjadi pribadi yang sholeh secara emosional maupun secara spiritual.
B.Kembangkan pemikiran positif
Cara berfikir kita mengendalikan hidup kita. Bila kita berfikir sesuatu dapat terjadi maka itu akan terjadi karena tindakan kitalah yang membuatnya terjadi. Pemikiran positif inilah mendorong sikap optimis, berjiwa pememang, keberanian mengahdapi tantangan dan resiko.
C.Perbaiki kualitas hubungan interpersonal.
Disaat kita krisis kepribadian seperti minder, tidak berguna, pesimistis, maka dukungan orang lain sangat dibutuhkan. Bersilaturahmilah, tingkatkan keakraban dengan teman dan saudara kita dan mintalah kritk dan tausiyah akan mendorong kita memahami apa yang harus segera dibenahi. Berorganisasilah, kita adakan dapat wawasan dan menmukan figure positif, kehangatan hubungan sosisal sehingga meningkatkan semangat hidup.
D.Bersikap proaktif.
Proaktif berarti berani mengambil tanggungjawab dan tidak menyalahkan orang lain jika gagal. Kemduaian mau berlatih membuat keputusan efektif dan perencanaan strategis, cepat menangkap peluang, berinisiatif dan tidak menunggu-nunggu orang lain. No lucky for the jobless.
E.Jaga keseimbangan hidup
Konsep diri rendah karena kita tidak bisa menyeimbngkan diri dalam mengelola waktu, energi dan emosi kita. Buatlah prioritas antara aktifitas belajar/kuliah/kerja dengan aktifitas dirumah/keluarga; prioritas kehidupan pribadi dan kehidupan social; antara aktifitas fisik dengan aktifitas ruhiyah kita. Buatlah visi, misi dan target hidup anda baik jangka panjang maupun jangka pendek. Buatlah evaluasi (muhasabah) harian atau mingguan secara teratur.
F.Ubah cara berkomunikasi.
Ucapan ibarat pedang yang kalau tidak hati-hati akan menebasnya, sehingga ubahlah cara komunikasi diri (self talk) dengan mengubah ungkapan negative menjadi ungkapan positif :
a) Selalu menggunakan kata ‘saya’ jangan aku atau anda agar tidak terkesan tinggi hati atau menggurui.
b) Gunakan kalimat yang menjelaskan situasi sekarang bukan masa lalu atau angan-angan.
c) Katakan apa yang anda inginkan, bukan apa yang anda tidak inginkan.
d) Hindari perkataan ‘jangan’ atau julukan negative kepada diri sendiri dan orang lain, sebab akan melemahkan semangat dan menjatuhkan citra diri.
e) Simaklah dulu ucapnnya sebelum menyimpulkan atau memvonisnya.
f) Berikan umpan balik positif kepada orang lain dengan menggunakan kata :”saya menghargai, saya memahami, saya percaya anda orang baik, dsb”
g) Biarkan bahasa tubuh anda positif, walau anda sedang sedih, marah dan suntuk. Just keep smiling.









TUGAS INDIVIDU
9 LAYANAN BIMBINGAN KONSELING

DI SUSUN OLEH :
JASNI ( NPM : 10.17.0.035 )
JURUSAN BIMBINGAN DAN KONSELING
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN ( FKIP)
UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN ( UNRIKA )
BATAM 2012

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar